Menag Dorong BAZNAS Perluas Beasiswa Mustahik untuk Putus Rantai Kemiskinan

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dalam prlacara BAZNAS Collaborative Leadership 2026 di Pusdiklat Kementerian Agama, Tangerang Selatan, Selasa (21/4/2026). (Doc.Baznas)

TANGERANG – Menteri Agama RI Nasaruddin Umar meminta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memperkuat program beasiswa bagi mustahik sebagai langkah strategis memutus rantai kemiskinan.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan BAZNAS Collaborative Leadership 2026 di Pusdiklat Kementerian Agama, Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (21/4/2026).

Menurut Nasaruddin, kemiskinan tidak hanya terkait keterbatasan ekonomi, tetapi juga akses terhadap pendidikan. Karena itu, program beasiswa dinilai penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membuka peluang keluar dari kemiskinan antargenerasi.

“Dalam Al-Ma’un, kemiskinan bukan hanya soal harta, tetapi juga ilmu. Kita ingin melahirkan generasi berilmu melalui program beasiswa yang masif,” ujarnya.

Sementara itu, BAZNAS RI Sodik Mudjahid menegaskan bahwa penguatan beasiswa menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) mustahik.

Menurutnya, pendidikan berperan besar dalam mendorong kemandirian serta meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat.

Lebih lanjut, program beasiswa yang terarah dan berkelanjutan diyakini mampu mencetak generasi unggul sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI periode 2026–2031 serta sejumlah pejabat terkait, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam pengentasan kemiskinan berbasis pendidikan di Indonesia, pungkasnya. (Rel)