OREO Luncurkan “Berbagi Seru” untuk Perluas Akses Pendidikan Anak

Dr. Rita Pranawati, S.S., M.A. selaku Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah 3T; Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si. selaku Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen RI; Haiva Muzdaliva selaku Ketua Yayasan Indonesia Mengajar; dan Ayu Dewi selaku Celebrity Mom pada peluncuran ”OREO Berbagi Seru”, di Jakarta, Rabu (22/4/2026). //foto:istimewa 

JAKARTA - OREO kembali menegaskan komitmennya di bidang pendidikan melalui program “OREO Berbagi Seru” yang menyasar pemerataan akses dan kualitas pembelajaran di Indonesia.

Program ini diluncurkan menjelang Hari Pendidikan Nasional sebagai bentuk dukungan terhadap visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, yakni “Pendidikan Bermutu untuk Semua”.

Bekerja sama dengan Indonesia Mengajar, program ini akan menjangkau sekitar 7.000 siswa di tujuh provinsi, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah marginal.

Fokus utamanya adalah menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui metode belajar sambil bermain, sekaligus mendistribusikan berbagai alat pembelajaran interaktif.

Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen RI, Mariman Darto, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Menurutnya, penguatan karakter melalui gerakan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk dunia usaha.

“Kolaborasi dengan sektor swasta sangat penting, terutama untuk menjangkau wilayah 3T yang masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Staf Khusus Menteri Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah 3T, Rita Pranawati. Ia menyoroti masih adanya kesenjangan kualitas pendidikan, yang tercermin dari hasil Programme for International Student Assessment 2022, di mana Indonesia berada di peringkat ke-69 dari 80 negara dalam literasi, numerasi, dan sains.

“Diperlukan penguatan akses, peningkatan kapasitas guru, serta pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan agar anak-anak dapat berkembang optimal,” jelasnya.

Sementara itu, Marketing Director Mondelez Indonesia, Anggya Kumala, menyatakan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif “OREO Berbagi” yang telah berjalan sejak 2024.

“Tahun ini kami ingin lebih fokus menjembatani kesenjangan pendidikan, terutama di wilayah 3T, agar anak-anak Indonesia memiliki kesempatan setara untuk berkembang menjadi Generasi SERU, Solutif, Eksploratif, Responsif, dan Unggul,” ujarnya.

Pendekatan belajar yang diusung dalam program ini mengacu pada konsep deep learning, yang menekankan pembelajaran bermakna, sadar, dan menyenangkan (meaningful, mindful, joyful). Alat pembelajaran yang dikembangkan mencakup bidang literasi, numerasi, sains, dan bahasa Inggris.

Psikolog anak dan keluarga, Irma Gustiana, menilai metode belajar sambil bermain penting untuk membentuk kemampuan kognitif, sosial, dan emosional anak secara seimbang.

“Anak belajar bukan hanya menerima informasi, tetapi membangun pengetahuan melalui eksplorasi. Karena itu, pembelajaran yang menyenangkan sangat relevan dengan kebutuhan mereka,” jelasnya.

Program ini juga melibatkan peran orang tua dan guru melalui kegiatan school roadshow yang bertujuan meningkatkan pemahaman penggunaan alat pembelajaran serta mendukung gerakan “Gemar Belajar”.

Selebritas Ayu Dewi turut mengapresiasi inisiatif ini. Ia menilai tidak semua anak memiliki akses terhadap metode belajar interaktif di rumah, sehingga program seperti

“OREO Berbagi Seru” menjadi penting untuk memperluas kesempatan belajar yang menyenangkan.

Selain itu, masyarakat dapat ikut berpartisipasi dengan membeli produk OREO, di mana sebagian keuntungan akan dikonversikan menjadi donasi pendidikan.

Melalui kolaborasi ini, OREO berharap dapat mendorong terciptanya pendidikan yang lebih inklusif, merata, dan menyenangkan bagi anak-anak Indonesia, pungkasnya. (mrn)