Perkuat Ekonomi Umat BAZNAS Luncurkan Program Microfinance Majelis Taklim
JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi meluncurkan program BAZNAS Microfinance Majelis Taklim (BMMT) sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi umat, khususnya melalui pemberdayaan perempuan. Program ini dijalankan bekerja sama dengan Muslimat NU, Aisyiyah, dan Fatayat NU.
Peluncuran yang digelar di Jakarta tersebut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh, di antaranya Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa'adi dan Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI Imdadun Rahmat.
Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa'adi, menegaskan, program BMMT bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari strategi besar BAZNAS dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar lebih produktif.
“Program ini merupakan ikhtiar untuk memberikan akses permodalan berbasis syariat, sehingga masyarakat terhindar dari praktik pinjaman yang tidak sesuai dengan prinsip Islam,” ujar Zainut.
Ia menambahkan, selama ini banyak masyarakat kecil kesulitan mengakses modal usaha dan terjebak pinjaman online maupun rentenir. Melalui BMMT, BAZNAS menawarkan solusi pembiayaan tanpa bunga yang berkeadilan.
Sementara itu, Imdadun Rahmat mengungkapkan bahwa hingga saat ini telah terbentuk 32 unit BMMT di berbagai daerah. Program tersebut telah menjangkau 1.309 penerima manfaat di 23 provinsi dan 28 kabupaten/kota dengan total penyaluran dana mencapai lebih dari Rp3,19 miliar.
“Sinergi dengan organisasi perempuan ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Perwakilan organisasi mitra turut menyambut positif program tersebut. Wakil Ketua PP Muslimat NU Romlah Widayati menyatakan, bantuan modal ini diharapkan mampu mendorong anggota majelis taklim untuk lebih produktif secara ekonomi.
“Kegiatan majelis taklim tidak hanya berfokus pada pengajian, tetapi juga dapat memberdayakan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Senada, Ketua Majelis Ekonomi PP Aisyiyah Utik Bidayati menilai program ini dapat meningkatkan partisipasi perempuan dalam kegiatan ekonomi sekaligus memperluas wawasan kewirausahaan.
Adapun Ketua Bidang Ekonomi PP Fatayat NU Wafa Fatria Ummah menyebut, program ini akan difokuskan pada pengembangan usaha yang telah berjalan, khususnya di sektor kuliner, dengan dukungan pelatihan dan peningkatan kapasitas produksi.
Melalui program BMMT, BAZNAS berharap majelis taklim dapat berkembang tidak hanya sebagai pusat pembinaan spiritual, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi umat yang mandiri dan berkelanjutan, pungkasnya. (SM)









Tulis Komentar