BSI Maslahat Dorong Kemandirian Ekonomi Santri Yatim Ciamis

Program Sahabat Kebaikan Yatim berbasis klaster pemberdayaan di Yayasan Khoirul Hikmah. (*)

CIAMIS, 23 April 2026 – BSI Maslahat memperkuat ketahanan ekonomi santri yatim dhuafa melalui Program Sahabat Kebaikan Yatim berbasis klaster pemberdayaan di Yayasan Khoirul Hikmah.

Program ini menyasar 112 santri yang menempuh pendidikan dari tingkat TK hingga perguruan tinggi, dengan fokus utama pembinaan Tahfidzul Qur’an sekaligus penguatan keterampilan hidup.

Selain belajar agama, para santri juga dibekali kemampuan berkebun dan beternak sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian.

Pimpinan yayasan, Haerul Anwar, mengatakan sebelum adanya program tersebut, pengelolaan peternakan masih dilakukan secara tradisional dan belum terarah.

“Kami memiliki ternak, tetapi belum memiliki pengetahuan pengembangan usaha yang memadai. Program ini memberikan pelatihan sekaligus pendampingan agar lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui intervensi pemberdayaan, para santri mendapatkan pelatihan pembuatan silase dan pakan fermentasi dengan memanfaatkan bahan lokal serta bioaktivator.

Metode ini menggantikan pola lama yang mengandalkan pencarian pakan harian (ngarit) menjadi sistem penyimpanan pakan yang lebih efisien dan terencana.

Dampaknya, ketergantungan terhadap pakan luar berkurang dan produktivitas peternakan meningkat. Para santri juga memperoleh keterampilan vokasional yang berpotensi menjadi bekal wirausaha di masa depan.

Salah satu santri, Banu, mengaku kini lebih memahami cara mengelola ternak secara modern. “Kami tidak harus mencari rumput setiap hari dan bisa membuat pakan yang lebih tahan lama,” katanya.

Selain itu, program ini juga mendorong pengolahan limbah peternakan menjadi pupuk kompos, sehingga menciptakan sistem usaha yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

BSI Maslahat menilai pendekatan klaster pemberdayaan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi pesantren yang mandiri.

Ke depan, model ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru berbasis peternakan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi santri.

Melalui program tersebut, BSI Maslahat menegaskan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya santri yatim dhuafa, agar memiliki kemandirian ekonomi dan kontribusi yang lebih luas bagi pembangunan. (R/*)