Ramadan 1447 H. Bank Mega Syariah Catat Lonjakan Nasabah dan Dana Murah

Customer service Bank Mega Syariah saat memberikan pelayanan kepada nasabah cabang Jakarta. (foto:ilustrasi)

JAKARTA - Momentum Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan Bank Mega Syariah untuk mendorong pertumbuhan bisnis melalui peningkatan akuisisi nasabah dan penguatan dana murah. Berbagai program engagement yang digelar sepanjang bulan suci Ramadan terbukti memberikan dampak positif terhadap kinerja perseroan.

Sepanjang Ramadan 2026, Bank Mega Syariah menggelar rangkaian kegiatan bertajuk Ramadan Optimal, termasuk program Road to Diantara Doa dan Tausiyah Gen Hajj yang dilaksanakan di sejumlah cabang.

Kegiatan tersebut dilakukan berlangsung di tujuh kota-kota besar, seperti, di Kota Surabaya, Malang, Semarang, Bandung, Lampung, Palembang, dan Kota Makassar.

Dalam program tersebut menghadirkan kajian inspiratif bersama tokoh agama, kolaborasi dengan institusi pendidikan, serta aktivitas komunitas. Seluruh rangkaian kegiatan juga diperkuat melalui program unggulan AMAL 2026 (Aktivasi M-Syariah di Bulan Ramadan).

Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, Benadicto Alvonzo Ferary, mengatakan pendekatan berbasis komunitas menjadi strategi utama untuk meningkatkan literasi keuangan syariah sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat.

“Pendekatan ini penting untuk memperluas penggunaan layanan perbankan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari tabungan, transaksi digital, hingga pengelolaan keuangan berbasis prinsip syariah,” tegasnya.

Dari sisi kinerja, Bank Mega Syariah mencatatkan peningkatan signifikan pada dana pihak ketiga (DPK). Hingga 21 Maret 2026, akuisisi DPK baru mencapai lebih dari Rp709 miliar dengan total sekitar 5.600 rekening baru (NoA).

Menurut Benadicto, capaian ini mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap produk tabungan syariah yang menawarkan imbal hasil kompetitif tanpa meninggalkan prinsip syariah. Selain itu, transformasi digital turut mendorong kemudahan transaksi dan pembukaan rekening secara online.

Di sektor transaksi digital, aplikasi M-Syariah mencatat lebih dari 230 ribu transaksi selama Ramadan dengan nilai mencapai Rp243 miliar, atau tumbuh lebih dari 24 persen secara tahunan (year on year). Fitur yang paling banyak digunakan meliputi transfer, QRIS, dan top up e-wallet.

Penggunaan QRIS juga mengalami pertumbuhan pesat. Dibandingkan Ramadan tahun sebelumnya, jumlah transaksi meningkat lebih dari 65 persen, sementara volumenya naik lebih dari 58 persen. Hal ini menunjukkan semakin luasnya adopsi pembayaran non-tunai berbasis QR di berbagai merchant.

“Program AMAL 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat penetrasi pasar ritel melalui pendekatan komunitas dan engagement spiritual selama Ramadan,” kata Benadicto.

Untuk ke depan, Bank Mega Syariah berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi produk dan layanan digital serta memperkuat kolaborasi strategis guna mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, pungkasnya. (sm)