HUT ke-25, BAZNAS Tegaskan Peran Zakat dalam Menguatkan Indonesia
JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan peran strategis zakat dalam memperkuat kesejahteraan bangsa pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 BAZNAS yang digelar melalui tasyakuran dan doa bersama di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Mengusung tema “Zakat Menguatkan Indonesia”, peringatan seperempat abad BAZNAS ini menjadi momentum refleksi atas kontribusi zakat dalam mengatasi persoalan kemiskinan, kebencanaan, ketertinggalan, dan rendahnya kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan bahwa optimalisasi pengumpulan zakat akan berdampak langsung pada perluasan manfaat bagi masyarakat. “Semakin besar zakat yang kita kumpulkan, semakin besar pula yang dapat kita distribusikan. Artinya, semakin banyak masyarakat yang bisa kita kuatkan,” ujar Noor Achmad.
Selama 25 tahun perjalanannya, BAZNAS terus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pembangunan sosial yang berkelanjutan, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan umat dan ketahanan sosial nasional.
Kegiatan tasyakuran tersebut digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (20/1/2026), dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Ph.D., Dirjen Bimas Islam, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag., Ketua MUI Bidang Fatwa KH. Asrorun Niam, serta jajaran Pimpinan BAZNAS RI Periode 2021–2025.
Turut hadir jajaran Pimpinan BAZNAS RI lintas periode, yakni Pimpinan Periode 2015–2020 Emmy Hamidiyah, Irsyadul Halim, Nana Mintarti, dan Mundzir Suparta; Pimpinan Periode 2008–2015 Ahmad Mukhlis Yusuf, Elvi Hudriah, Abdullah Hasyim, Isye Latief, dan Fuad Nasar; Pimpinan Periode 2001–2007 Aries Mufti, serta pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi, Kabupaten, dan Kota dari seluruh Indonesia mengikuti kegiatan secara daring.
Lebih lanjut, kekuatan zakat terletak pada potensi penghimpunannya yang sangat besar. Berdasarkan perhitungan yang pernah disampaikan di hadapan Presiden bersama Menteri Agama, potensi zakat nasional diperkirakan mencapai Rp1.273 triliun. “Apabila potensi tersebut dapat terkumpul setengahnya saja, maka persoalan umat sudah bisa diselesaikan dan Indonesia akan menjadi sangat kuat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kiai Noor menuturkan, selama 25 tahun perjalanan BAZNAS, kinerja BAZNAS terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Berbagai prestasi berhasil diraih secara berkelanjutan dan terus berkembang dari waktu ke waktu.
“Hal ini menunjukkan bahwa BAZNAS merupakan lembaga yang diberkahi dan diridai. Seluruh insan di dalamnya bekerja dengan penuh keikhlasan dalam menjalankan amanah untuk umat,” katanya.
"Seiring dengan itu, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS juga terus meningkat. Meski terdapat perbedaan capaian di setiap periode kepemimpinan, seluruh prestasi tersebut saling berkesinambungan dan tidak terputus," lanjutnya.
Meski demikian, Kiai Noor mengingatkan, kekuatan zakat belum sepenuhnya optimal. Dari sekitar 260 juta penduduk Muslim di Indonesia, jumlah muzaki yang terdata baru sekitar 6 juta orang. Kondisi ini menunjukkan masih besarnya ruang untuk memperluas kontribusi zakat bagi penguatan Indonesia.
Di peringatan HUT ke-25, Kiai Noor, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan Zakat Menguatkan Indonesia sebagai gerakan bersama, bukan sekadar slogan.
Dengan kebersamaan, kepercayaan publik, dan pengelolaan yang berkelanjutan, zakat dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan berdaya, pungkasnya. (sm)









Tulis Komentar