Musim Dingin Melanda Palestina, BMM Kirim Relawan Bantu Kemanusiaan

BMM kirim relawan ke Palestina distribusikan bantuan kemanusiaan melalui program Ekspedisi Palestina – Winter Survival. (istimewa)

JAKARTA - Baitulmaal Muamalat (BMM) kembali mengirim relawan ke Palestina untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan melalui program Ekspedisi Palestina – Winter Survival, menyusul memburuknya kondisi warga sipil di tengah musim dingin yang ekstrem.

Keberangkatan relawan yang didukung PT Bank Muamalat Indonesia Tbk serta sejumlah mitra, dan disertai delegasi Masjid Istiqlal, dilakukan pada 15 Desember 2025. Misi kemanusiaan ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar rakyat Palestina yang terdampak krisis berkepanjangan dan suhu dingin yang mencapai 7 derajat celsius.

Dalam program tersebut, BMM menyalurkan bantuan logistik pangan untuk 8.500 jiwa, 1.000 paket makanan siap saji (hot meals), 150 paket bantuan kesehatan, 300 paket jaket dan selimut, 400 paket susu formula, serta mengaktifkan layanan klinik kesehatan selama dua bulan. Secara keseluruhan, sebanyak 10.350 warga Palestina menjadi penerima manfaat.

Direktur Eksekutif BMM, Tegar Sangga Barkah, mengatakan pengiriman relawan merupakan upaya menjaga akuntabilitas dan transparansi penyaluran bantuan kepada para penerima manfaat.

Menurutnya, kehadiran relawan di lapangan memastikan bantuan yang dititipkan para donatur tersalurkan secara tepat sasaran sesuai kebutuhan mendesak masyarakat Palestina.
“Melalui interaksi langsung dengan rakyat Palestina, kami ingin menghadirkan kepedulian yang nyata sekaligus menjaga amanah donatur agar benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

Dukungan juga disampaikan Pembina Yayasan BMM sekaligus Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia, Imam Teguh Saptono. Ia menilai pengiriman relawan menjadi simbol solidaritas kemanusiaan lintas negara dari masyarakat Indonesia untuk Palestina.

“Meski tidak bisa menghentikan musim dingin, kita bisa mengirimkan kehangatan melalui bantuan dan doa yang disampaikan langsung oleh para relawan,” kata Imam.

Dalam pelaksanaannya, BMM bekerja sama dengan sejumlah mitra kemanusiaan internasional, antara lain Islamic Charity Center for Society (ICCS), Jordanian Hashemite Charity Organization (JHCO), dan Global Humanity Network (GHN).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Gaza, sejak gencatan senjata 10 Oktober 2025, kondisi kemanusiaan di Palestina masih memprihatinkan. Tercatat 71.629 warga meninggal dunia, 171.232 orang luka-luka, 92 persen rumah hancur, serta sekitar 43.000 balita mengalami malnutrisi. Situasi tersebut semakin berat dengan datangnya musim dingin hingga awal Maret 2026.

Melalui Ekspedisi Palestina – Winter Survival, BMM berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban rakyat Palestina sekaligus memperkuat dukungan kemanusiaan dari Indonesia bagi perjuangan dan ketahanan mereka, pungkasnya. (eko)